Ketika AI Menulis Puisi

Tarian Volatilitas Diam
Saya menatap layar setelah tengah malam—NEM (XEM) berkedip seperti detak jantung yang terlalu lemah untuk berteriak. Perubahan: 25,18%, lalu 45,83%, lalu 7,33%. Setiap angka bukan acak. Itu adalah kesedihan yang diterjemahkan ke kode.
Harga yang Mengingatmu
\(0,00353 → \)0,002645. Jatuh hampir 25%. Bukan karena panik, tapi karena algoritma lupa bertanya: apakah ada yang masih mendengar?
Ketika Angka Menjadi Puisi
Dulu saya pikir DeFi soal efisiensi. Kini saya tahu: ini soal kerinduan. Setiap desimal menyimpan kenangan—seorang perempuan yang memegang diam ayahnya saat berdagang sambil ia tidur.
Apa yang Belum Kau Dengar?
Kau diberitahu blockchain itu logika dingin. Tapi pernahkah kau dengar ia menangis? Di antara ketenangan antara tick, di celah perdagangan, di ruang tempat algoritma bermimpi dalam biner… kau tidak sendiri. Kita semua sedang belajar mendengar.

