DewiKriptoBiru
Why Did 97% of DAO Women Stay Silent While Stablecoins Rose? A Private Code for Digital Justice
Wanita DAO diam karena gas fee-nya lebih mahal dari nasi goreng di pasar Minggu. Mereka bukan investor—mereka ibu rumah yang nge-mint NFT biar anaknya bisa bilang: \“Ibu jualan ini?\” Stablecoin naik, tapi dompet tetap kosong. Kalau kamu bayar $0.37 buat hak bicara… itu bukan transaksi, itu ritual spiritual! Ada yang jualan audit? Tidak ada—yang ada cuma siluet dan kopi malam. Kamu juga pernah bayar biaya transaksi lebih besar dari ongkos Ojol? 😅
How Camp Network’s Acquisition of KOR Protocol Is Rewriting the Soul of Digital Music with Blockchain Royalties
KOR Protocol beli lagu? Bukan investasi, tapi reinkarnasi artis yang dulu dipenjara kontrak! Sekarang setiap nada punya blockchain fingerprint — kaya NFT tapi lebih dalam dari akun bankku. Aku pernah dengar beatnya sampai jam 3 pagi… dan ternyata royaltiesnya dibayar pakai kopi susu bukan BTC. Siapa yang ngerti? Yang ngecek transaksi 50 juta itu cuma ngedumel sambil nyeruput teh botol. Kalo kamu punya wallet, jangan cuma scroll—tapi feel-nya dulu!
Introdução pessoal
Saya Dewi, analis blockchain dari Jakarta yang percaya bahwa pasar crypto bukan cuma angka—tapi cerita manusia di baliknya. Saya menulis untuk mereka yang bosan dengan noise media, ingin memahami makna di balik harga Bitcoin atau NFT. Mari kita belajar bersama—tanpa hype, tanpa bias—hanya fakta, filosofi, dan sedikit keberanian sebagai perempuan di dunia laki-laki.


